ArtikelKomunitas

Sahono : Semua Tidak Boleh Mengatasnamakan Kowarteg untuk Kepentingan Politik,Tidak Juga Relawan Ganjar Pranowo

Penulis : Ardy Nett

DETIKJAKARTA,- Saya mengenal pak Sahono belum lama. Kesan pertama, lucu dan banyak omong. Tapi, tak sulit juga untuk menilai bahwa Sahono pribadi yang kenyang dengan pengalaman organisasi.

Sahono, kini pejuang Warteg, Warung Tegal, warung makan “Low Budget” yang melegenda.

Warung yang kini jumlahnya puluhan ribu tersebar di Jabodetabek. Saya belum dapat data untuk yang di luar Jabodetabek.

Data itu saya peroleh dari Sahono, ketua Pengawas Kowarteg ;Sebagi pemegang sertifikat merek KOWARTEG Nusantara dari HKI.
Sekaligus sebagai pendiri dan sebagai ketua pengawas Koperasi Kowarteg Nusantara. Komunitas Warung Tegal.

Jadi, jangan cem-mecem menggunakan nama itu, atau memanfaatkan untuk hal-hal yang malah merugikan Warteg. Sahono akan murka.

Warung Tegal sudah ada sejak tahun 60-an, namun belum ber-Komunitas, apalagi berbadan hukum.

Awalnya, para perantau dari daerah Tegal, Jawa Tengah, urbanisasi ke Jakarta, para pria banyak bekerja sebagai tukang dan para istri membuka Warung di pinggiran jalan (trotoar).

Pada tahun 80-an Warteg telah mengambil posisi sebagian pedagang sewa, tidak lagi di atas got dan trotoar.

Penulis : Ardy Nett
Editor : Irfan Ardhiyanto
Sumber : Press Release RuangMedia
1 2 3 4 5Laman berikutnya
Tetap terhubung dengan kami:
Rekomendasi untuk Anda
Komentar:

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi untuk Anda