ArtikelKomunitas

Sahono : Semua Tidak Boleh Mengatasnamakan Kowarteg untuk Kepentingan Politik,Tidak Juga Relawan Ganjar Pranowo

Penulis : Ardy Nett

“Namun kala itu, situasi kurang kondusif, dagangan laris tapi para preman kian bengis.” Kalimat itu saya kutip dari Sahono.

Situasi itu yang kemudian menimbulkan kesadaran kolektif, para tokoh Warteg dan masyarakat Tegal, dan kemudian membetuk komunitas Warteg (Kowarteg), berikut Koperasi Warteg, juga. Setelah tahun 2010, Warteg sudah mulai dilirik oleh pajak.

Pada tahun 2017, Sahono mengajukan merek ke HKI Kemen Hukum dan HAM. Pada tahun 2020, sertifikat merek KOWARTEG Nusantara, terbit. Kemudian pada bulan Maret 2021, diajukan juga entitas “Koperasi Komunitas Warteg Nusantara.”

Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 19 Maret 2022, Kowarteg Nusantara sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pertama, yang dihadiri Deputi Perkopersian diwakili Muhidin,SE. Dan Arif legowo,ST. Bertempat di hotel Pradana SMK 57 Pasar Minggu Jakarta Selatan.

“Tujuan melegalkan Kowarteg adalah untuk meneruskan perjuangan para sesepuh tokoh masyarakat Tegal. Khusus-nya Almarhum H. Sastoro dan beberapa tokoh lainnya,” ujar Sahono.

Begitulah ceritanya, Gaiis.

Ooo, gitu; jadi, Warteg juga bagian dari sejarah pembanguan bangsa ini, dunk?

Penulis : Ardy Nett
Editor : Irfan Ardhiyanto
Sumber : Press Release RuangMedia
Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
Tetap terhubung dengan kami:
Rekomendasi untuk Anda
Komentar:

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi untuk Anda
Check Also
Close