BeritaHukum & Kriminal

Mafia Tanah dibalik Sengketa Lahan Milik Wiyanto Halim

DETIKJAKARTA,- Dugaan adanya mafia tanah milik Wiyanto Halim Berawal dari perkenalannya pada tahun 1977 dengan Hanafiah yang merupakan Kepala Pertanahan Kabupaten Tangerang, Banten. Saat itu dirinya dalam rangka mencari lahan.

Karena Merasa tidak dapat membantu, Hanafiah pun  mengenalkan Wiyanto dengan Surya Miharja yang kebetulan merupakan seorang pengusaha Karton di Tangerang, sejak saat itu Wiyanto pun melakukan transaksi pembelian lahan melalui Surya  dengan memberikan sejumlah uang dan melampirkan bukti pembayaran.

Karena merasa dekat, Wiyanto pun percaya, setiap kali transaksi Akta Jual Beli (AJB) tidak langsung disetor oleh Surya hingga  tahun 1981 tepatnya 05 Maret, tanpa sepengetahuannya, Surya melebur 17 bidang tanah milik Wiyanto yang berada di kelurahan Benda, Tangerang, menjadi satu yakni C 2020.

Sebelum melebur 17 lahan miliknya  Surya meminjam Girik dan AJB asli  dengan alasan adanya data yang perlu diperbaiki dan akan memberikan AJB, Girik yang masih tertunda.

Setelah menunggu hampir 5 tahun AJB, Girik yang dipinjam dan diperbaiki Surya tak kunjung diberikan serta dikembalikan dengan alasan hilang, melihat hal tersebut, Wiyanto pun membuat laporan ke Polres Metro Tangerang pada tanggal 5 Oktober 1986 atas hilangnya AJB dan Girik yang dipinjam oleh Surya untuk dibuatkan salinan.

Penulis : Irfan Ardhiyanto
Editor : Irfan Ardhiyanto
Sumber : Press Release Marloncius Sihaloho
1 2Laman berikutnya
Tetap terhubung dengan kami:
Rekomendasi untuk Anda
Komentar:

Komentar menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Rekomendasi untuk Anda